Selasa, 02 Desember 2008

Wow! Grup Rock Perempuan Saudi Luncurkan Karya

images

Meski telah meluncurkan lagu yang jadi “hit”, ada satu grup rock belum bisa manggung, belum bisa berfoto untuk sampul, bahkan latihan pun adalah sesuatu yang terpaksa dirahasiakan.

“Accolade”, band rock yang semua anggotanya kaum hawa itu, masih harus berhati-hati agar tidak melanggar ketentuan di negara mereka, kerajaan Saudi Arabia.

The New York Times belum lama ini melaporkan, Accolade meluncurkan “single” pertama yang jadi “hit” yaitu “Pinocchio”. Ratusan kaum muda Saudi mengunduh lagu itu di laman web MySpace.

Empat mahasiswi yang tergabung dalam band itu merekam album mereka di tempat sendiri.

“Di Saudi, ini suatu tantangan,” kata Lamia, sang penyanyi yang memasang “piercing” di alis kiri dan sekitar bibir bawahnya.”Mungkin kami ini gila-gilaan. Kami ingin lakukan yang tidak biasa.”

Tentu saja Accolade berbeda karena ada di negara tempat perempuan dilarang menyetir kendaraan dan jarang tanpa mengenakan penutup muka.

Lagu Pinocchio mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya di Saudi, isinya adalah teriakan kemarahan akibat putus dengan pacar.

Di Jidda, tempat mereka bermarkas, barangkali merupakan kota paling kosmopolitan di Saudi, dengan aturan-aturan ketat telah melonggar. Satu dasawarsa lalu, polisi agama masih menegur perempuan yang dianggap berpakaian tidak pantas. Pemuda berambut panjang kadang harus mencukur rambutnya di kantor polisi.

Tapi, terjadi perubahan besar sejak peristiwa serangan teror di New York 11 September 2001. Saudi pun menghadapi dampak ekstremisme dari dalam maupun luar negeri.

Lebih dari 60 persen penduduk Saudi adalah mereka yang berusia di bawah 25 tahun dan banyak dari mereka menginginkan kebebasan yang lebih besar.

“Sudah Mungkin 10 tahun lagi band sudah boleh manggung. Sekarang semuanya sedang berubah,” kata Dina (21), “pengaruk” gitar sekaligus pendiri grup itu.

Dina dan saudarinya, Dareen, (19), si pemain bas, bergabung dengan dengan Lamia dan Amjad (pemain keyboard) dan lahirlah “Allocade”.

Tinggal pemain drum yang masih mereka cari.”Ada lima cowok yang mendaftar, tapi kami ingin perempuan.”

Semua anggota Allocade berasal dari kalangan menengah dan mereka belum pernah keluar negeri, tidak seperti kalangan atas yang kebanyakan pernah tinggal dan merasakan kehidupan barat.

Mereka tidak merokok, minum minuman keras, atau terlibat Narkoba.”Itu menghancurkan diri sendiri,” kata Lamia.

Di sisi lain, Arab Saudi masih mengasosiasikan rock’n roll dengan hidup yang mengalami kemunduran.Apalagi banyak grup rock di Saudi memainkan aliran “heavy metal”, yang di Barat kadang menggunakan citra tenung atau setanisme. Di Saudi, orang bisa dipenjarakan bahkan dihukum mati jika melakukan tenung.

Tahun 1995, polisi menggerebek suatu pertunjukan rock di “basement” suatu restoran di Jidda dan mengangkut 300 orang dari tempat itu.(antara)

Tebak Konyol (khusus buat yang cadel)

1. Penyanyi dunia asal Aceh yang tewas bunuh diri…

Cut Cobain.

2. Dua artis yang sangat tinggi…

Lulu Tebing dan Jeremy Monas.

3. Ayam terbesar adalah…

Ayam semesta.

4. Bakso yang wangi…

Baksona Roll On Deodorant.

5. Bangsawan Inggris yang terkenal dengan acara lawaknya di TV…

Sir-Mulat.

6. Fisikawan terkenal dari Batak…

Sir Isaac Nasution.

7. Bebek yang terkenal…

Bebekstreet Boys.

8. Bola yang disukai anak kecil…

Bolaemon.

9. Buah yang bikin bingung…

Strawberry (bingung, kan?).

10. Setelah bulan yang ada sekarang ini, kelak ada bulan apalagi?…

Bulan depan.

11. Apa itu cemilan?…

Cebelum cepuluh, cecudah celapan.

12. Emping yang khusus buat UMPTN…

Emping-sil 2B.

13. Mengapa dalang membawa keris ketika pertunjukan wayang?…

Sebab kalau bawa kompor, istrinya gak masak.

14. Daun yang lucu…

Dauno, Kasino, Indro.

15. Error yang bisa nyanyi…

Errorsmith.

16. Es yang bikin panas dingin dan pusing-pusing…

Essai.

Senin, 01 Desember 2008

Bin Baz Kurang Ajar Sama Jagoan Bid’ah “Ibnu Taimiyah”


Nah…. sekarang coba kita bandingkan fatwa syehikul bid’ah diatas dengan fatwa cecunguk-cecunguk wahabi yang biasanya bermata satu alias buta, semoga mereka bener-bener dibutakan sama Allah swt ila yaumilqiyamah. Abdul Aziz bin Baz mengatakan bahwa ziarah kubur kanjeng nabi saw dan para ulama itu mustahab hukumnya akan tetapi jangan diniatkan untuk berziarah sebab kalau bepergian itu diniatkan untuk ziarah maka hukumnya adalah bid’ah. Disini bung bin Baz itu berkilah dengan menukil sabda kanjeng nabi saw: “Ziarahlah kalian ke tempat-tempat kubur sehingga engkau teringat akan hari akhir”. “Akan tetapi [lanjutan ini adalah perkataan bin Baz] bila diniatkan untuk semata-mata ziarah kubur maka hukumnya tidak boleh”. Lihat kitab Majmu’u Fatawa bin Baz, Juz 2, Halaman 754 dan 755.

Sebaiknya baca yang ini dulu deh

Memang ulama wahabi alias ulama jamaah takfiriyah ini benar-benar kekurangan akal serta kehilangan penalaran religius dan maunya menang sendiri. Tapi… kalau soal ngecap dan setempel TBC sama kelompok lain wah…. mereka semua berlomba lomba asah pedang. Tapi kalau terlanjur mengeluarkan fatwa sementara tidak sesuai dengan fatwa guru-guru pendahulunya mereka berkilah dan otak yang isinya parutan singkong warna putih itu sedikit digerakkan lalu berkelit. Loh kok bisa … bisa aja dunk…

Mau tahu… ini buktinya.

Dalam kitab Minhaju As-sunnah….. kalau saya seh… nyebutnya bukan kitab tapi novel semacam novel karangan Salman Rusdi gitu loh…Ibnu Tai Miyah mengeluarkan fatwa yang bunyinya demikian: “Semua hadist yang berasal dari Kanjeng Nabi saw tentang ziarah kubur nabi adalah dhoif [lemah] dan ja’li [bikinan]”. Lihat novel Minhaju As-sunnah, Juz 2, Halaman 441.

Sementara Asqalani yang menukil dari Ibnu Taimiyah menceritakan bahwa tidak ada alasan sama sekali untuk berziarah ke makam para wali dan ulama meskipun ziarah ke makam kanjeng nabi saw sekalipun. Dan Ibnu Taimiyah secara mutlaq telah mengharamkan perbuatan itu. Apakah itu dilakukan untuk tujuan ziarah ataupun ziarah itu hanya sekedar sampingan semisal untuk haji dan kita berkeinginan untuk ziarah ke makam kanjeng nabi saw. Lihat kitab Irsyadu As-sari, Juz 2, Halaman 329.

Lebih jelas lagi, coba kita lihat kitab atau enaknya novel aja deh, biar seger … karangan Ibnu Taimiyah yang berjudul Attawassul wal Wasilah, Halaman 72. Jagoan bid’ah ini berfatwa buat warga wahabiyun alias jamaah takfiriyah dan berkata bahwa: “Semua Hadist-hadist yang berkenaan dengan ziarah kubur kanjeng nabi saw adalah dhoif dan tidak bisa dijadikan pegangan. Oleh karena itu para perawi hadist-hadist dan sunan sahih sama sekali tidak ada yang menukil hadist tentang halalnya ziarah kubur kanjeng nabi saw. Kalaupun ada yang menukil maka yang dia nukiladalah hadist dhoif”. Lihat kitab Attawassul wal Wasilah, Halaman 72.

Sementara di lain tempat dalam novel yang sama, syeh Ibnu Taimiyah yang katanya cerdas namun kebliger itu juga berkata: “Semua hadist yang berkenaan dengan ziarah kubur kanjeng nabi saw adalah lemah bahkan bohong semata”. Lihat kitab Attawassul wal Wasilah, Halaman 156.

Nah…. sekarang coba kita bandingkan fatwa syehikul bid’ah diatas dengan fatwa cecunguk-cecunguk wahabi yang biasanya bermata satu alias buta, semoga mereka bener-bener dibutakan sama Allah swt ila yaumilqiyamah. Abdul Aziz bin Baz mengatakan bahwa ziarah kubur kanjeng nabi saw dan para ulama itu mustahab hukumnya akan tetapi jangan diniatkan untuk berziarah sebab kalau bepergian itu diniatkan untuk ziarah maka hukumnya adalah bid’ah. Disini bung bin Baz itu berkilah dengan menukil sabda kanjeng nabi saw: “Ziarahlah kalian ke tempat-tempat kubur sehingga engkau teringat akan hari akhir”. “Akan tetapi [lanjutan ini adalah perkataan bin Baz] bila diniatkan untuk semata-mata ziarah kubur maka hukumnya tidak boleh”. Lihat kitab Majmu’u Fatawa bin Baz, Juz 2, Halaman 754 dan 755.

Begitu pula dari kumpulan fatwa-fatwa wahabi yang dikenal dengan nama Allajnah Addaimah Lilbuhust Alalamiyah wal Ifta, Nomor Fatwa 423, juga mengeluarkan fatwa yang sama.

Demikinlah dagelan tidak lucu itu dipamerkan ke khalayak berakal, satu sisi si Jagoan Bid’ah secara mutlak mengharamkan ziarah kubur dan dengan alasan apapun ziarah kubur adalah bid’ah hukumnya, sementara hadist kanjeng nabi memperbolehkan ziarah kubur sebagaimana yang dinukil oleh bin Baz diatas. Lalu bin Baz dengan malu-malu mempelintir supaya tidak bertentangan dengan hadist kanjeng nabi dan tidak dianggap sebagai ahli bid’ah oleh Ibnu Taimyah cs maka, dia pilih jalan tengah, yaitu mustahab untuk hadist kanjeng nabi saw dan tidak boleh niat ziarah kubur untuk fatwa syehikhul bid’ah. Ajib bin Gharib…… berfikir dung wahabi/salafi yang mengaku ahlu sunnah wal jammaah.[]

Cek Novel-novel rujukan di bawah ini:

  1. Minhaju As-sunnah, Juz 2, Halaman 441.

  2. Irsyadu As-sari, Juz 2, Halaman 329

  3. Attawassul wal Wasilah, Halaman 72

  4. Attawassul wal Wasilah, Halaman 156.

  5. Majmu’u Fatawa bin Baz, Juz 2, Halaman 754 dan 755

  6. Allajnah Addaimah Lilbuhust Alalamiyah wal Ifta, Nomor Fatwa 423

Al-quran Di Mata Ibnu Taimiyah


Contoh dari dagelan yang dipamerkan Ibnu Taimiyah dalam manhaj tafsirnya dengan berdalih takwil ayat berdasarkan kesepakatan ulama tafsir dan para sahabat adalah ketika dia menafsirkan ayat Al-quran dengan dhohir ayat saja dan tanpa mentakwilkan makna bathin ayat tersebut. Sementara dakwaan dia bahwa tafsir ibnu taimiyah berdasarkan takwil dari sahabat dan ulama-ulama tafsir hanyalah kebohongan yang paling nyata dalam dagelan ini.

Al-quran Di Mata Ibnu Taimiyah

Dalam tulisan kali ini, kita akan mengungkap satu pandangan dari perintis dan pembesut mazhab takfiriyah ini mengenai Al-quran. Yakni pandangan Ibnu Taimiyah tentang tafsir Al-quran. Satu hal yang di yakini oleh para ulama Ahlu Sunnah dan para mufassir dan telah disepakati secara ijmak adalah bahwa Al-quran mengandung dua sisi makna yakni dhahir dan bathin, luar dan dalam. Persis ketika Allah swt berfirman dalam Al-quran: ”Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat[183]*, Itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[184]**. adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.”

Ket:

*[183] Ayat yang muhkamaat ialah ayat-ayat yang terang dan tegas Maksudnya, dapat dipahami dengan mudah.

**[184] termasuk dalam pengertian ayat-ayat mutasyaabihaat: ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud kecuali sesudah diselidiki secara mendalam; atau ayat-ayat yang pengertiannya Hanya Allah yang mengetahui seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan yang ghaib-ghaib misalnya ayat-ayat yang mengenai hari kiamat, surga, neraka dan lain-lain.

Namun Ibnu Taimiyah rupayanya sama sekali tidak memahami dan bahkan buta akan makna ayat Al-quran diatas, bahkan selain dia menafsirkan ayat-ayat Al-quran secara tekstual dan dhohirnya saja tanpa melirik ke makna bathinnya, dia juga menafsirkan ayat-ayat Al-quran dengan menyandarkan pada sanad-sanad hadits yang dhoif dan yang tidak jelas perawinya.

Contoh paling nyata akan kebahlulan Ibnu Taimiyah adalah ketika dia menyakini bahwa semua ayat-ayat yang ada dalam Al-quran adalah Muhkamat dan tidak ada ayat dari ayat-ayat Al-quran yang Mutasyabihat. Contoh tentang keyakinan dia yang keblinger itu bisa kita baca pada Kitab Tafsir Ibnu Taimiyah yang dikenal dengan Tafsir Kabir. Disana dijelaskan bahwa ayat-ayat Al-quran semuanya adalah Muhkamat dan ayat mutasyabih itu tidak ada. Lihat Kitab Tafsir Kabir, Juz 1, Halaman 253.

Sementara ketika dia menyandarkan penafsiran ayat-ayat Al-quran yang sanad hadistnya adalah dhoif bisa kita lihat pada kitab Al-wafi bil Wafiat, Tafsir Qurtubi. Didalam dua kitab itu disebutkan bahwa Ibnu Taimiyah menyandarkan hadist dhoif yang sanadnya berasal dari seorang Israel ketika dia menafsirkan Ayat 189 sampai 190 Surat Al-a’raf 188, yang disana diceritakan bahwa sifat sifat jelek dan kejelekkan disandarkan kepada Nabi Adam as dan Siti Hawa. Lihat Kitab Al-wafi bil Wafiat, Sofadi, Juz 7, Halaman 20, atau Tafsir Qurtubi. Juz 7, Halaman 338. Tetapi dalam kitabnya yang berjudul Muqaddimah Kitabul Ushul At-tafsir pandangan dia tentang tafsir ayat diatas di taujih alias di cari dalil pembenarannya.

Contoh dari dagelan yang dipamerkan Ibnu Taimiyah dalam manhaj tafsirnya dengan berdalih takwil ayat berdasarkan kesepakatan ulama tafsir dan para sahabat adalah ketika dia menafsirkan ayat Al-quran dengan dhohir ayat saja dan tanpa mentakwilkan makna bathin ayat tersebut. Sementara dakwaan dia bahwa tafsir ibnu taimiyah berdasarkan takwil dari sahabat dan ulama-ulama tafsir hanyalah kebohongan yang paling nyata dalam dagelan ini.

Misalnya kalau kita baca baca Tafsir surat An-nur, Halaman 178 dan 179. Disana dia katakan bahwa: “Saya menafsirkan ini berdasarkan Naql dari para sahabat, dan semua hadist serta ratusan tafsir mulai dari yang kecil sampai yang besar semuanya telah saya baca…” Sementara di alam realita mengatakan bahwa Ibnu Taimiyah sama sekali tidak memperhatikan apa yang telah dia katakan tersebut dan malah sangat bertentangan dengan kebanyak ulama-ulama Sunnah dan hadist yang diriwayatkan dari para sahabat. Misalnya kalau kita lihat pada tafsir surat Al-qalam ayat 42, dia menafsirkan ayat ini berdasarkan dhohir dan tidak mentakwilkannya, sementara kebanyakan ulama jumhur dari Ahlu Sunnah mentakwil tafsir ini. Allah swt berfirman dalam surat Al-qalam ayat 42: “Yauma Yuksafu an Saaqin…..” Artinya: “Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; Maka mereka tidak kuasa”.Saaqin” disini mempunyai makna sesuatu yang dahsyat. Makanya dalam ibarat arab mengatakan: “Kasyful Harbi an Saaqiha”, yang artinya peperangan yang dahsyat telah dimulai. Lihat tafsir Tabari, Jilid 5, juz 8, Halaman 201 dan 202.

Atau ketika dia menafsirkan surat Adz-dzariyaat ayat 47:”Wa As-samaa Banainaaha Biaidin”. Yang artinya adalah: ”Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan (kami) dan Sesungguhnya kami benar-benar berkuasa”. Disana Ibnu Taimiyah juga menafsirkannya dengan dhohir ayat sementara ulama jumhur dari Ahlu Sunnah mentakwilkan tafsir ayat ini menjadi “Banainaaha Biquwwatin” yakni, “Kami bangun dengan kekuatan” sementara Biaidin ditafsirkan oleh ulama Ahlu Sunnah dengan kinayah atas kekuatan dan kekuasanNYa. Lihat Tafsir Tabari, Juz 27, Halaman 7.[]

Demikian sekelumit tentang Ibnu Taimiyah dalam metode penafsiran Al-quran yang hanya melihat bahwa ayat Al-quran hanya mempunyai sisi makna dhohir saja, sementara sisi makna bathin dia ingkarinya.

InsyaAllah akan kita sambung lagi.

Wassalam

Sekali lagi Maulid Nabi: Antara Halal dan Haram


Dan satu lagi bahwa jika setiap yang tidak pernah dilakukan oleh Kanjeng Nabi adalah bid’maka para sahabatlah orang pertama kali yang akan masuk neraka [Naudubillahi min Dzalik] sebab Sahabat Abu Bakar, Umar bin Affan serta Zaid bin Tsabit juga melakukan perbuatan bid’ah kenapa..? Karena beliau-beliau itu memerintahkan kepada kaum muslimin untuk mengumpulkan Al-quran, hadist-hadist nabawi yang pada waktu itu masih berserakan di dinding-dinding rumah, pelepah-pelepah kurma, serta kulit-kulit onta supaya tidak hilang begitu saja ketika para para hafidzil quran dan hadist meninggal dunia. Lebih gila lagi adalah semua mereka yang membuat buku-buku tajwid, fiqh, tauhid dll yang tidak ada pada zaman nabi dan nabi juga tidak melakukannya adalah bakal masuk neraka.

Sekali lagi Maulid Nabi: Antara Halal dan Haram
Alhamdulillah, Akhirnya datang juga kesempatan untuk menulis di Weblog ini lagi, setelah satu bulan lebih di dera tugas-tugas dan kewajiban. Tugas yang sampai sekarang tak kunjung rampung.

Kalau dalam makalah saya kemaren kita bicara tentang Maulid Nabi antara halal dan haram, maka kali ini kita akan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar masalah ini yang sering di lontarkan oleh kaum wahhabiyun, takfiriyun, salafiyun, kaum penebar TBC di tubuh ummat Islam. Pertama tama saya akan membawakan dalil Al-quran lalu hadist shahih dan saya akan berusaha menghindari penggunaan akal dan logika, sebab mereka alergi dan muak dengan logika. Yahhh…. begitulah logika kaum yang menganggap akal adalah hiasan batok kepala belaka.

Bukti Cinta
Cinta dan benci adalah dua sifat yang saling bertentangan. Dua sifat ini tidak akan bisa bertemu dalam satu waktu dan satu tempat. Ketika kita sudah cinta akan sesuatu maka dalam waktu yang sama musthil kita membencinya. Begitu pula cinta kita kepada Kanjeng Nabi. Saat jiwa kita telah terpenuhi oleh cinta maka jangan sekali-kali bilang benci.

Cinta kepada Allah swt adalah sebuah keharusan sekaligus kebutuhan semua makhluk hidup, Allah swt dalam Al-quran berfirman: Katakanlah: “Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan KeputusanNYA”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.[At-taubah: Ayat 24]. Ternyata cinta kita kepada Allah swt adalah cinta diatas segala-galanya.

Lalu yang kedua adalah RasulNya, sebab kita mengenal Allah swt ini melalui Kanjeng Nabi. Oleh karena itu Kanjeng Nabi sendiri mengatakan dalam kitab Mustadrak Al-hakim: “Cintailah Allah swt karena kalian diberi rizki OlehNya dan cintailah diriku karena semata-mata hanya Allah”. Lihat Mustadrak Al-hakim: Juz; 3, Halaman 149. oleh karena itu jika kita menmbacakan manaqib dan membaca sejarah rasul dalam kitab kitab Al-Barjanji dll adalah salah satu bukti realitas cinta kepada Rasul dan Allah. Karena semua itu bisa membawa dan menambah kecintaan kita kepada Kanjeng Nabi dan Alah swt.

Mengadakan Perayaan: Haramkah..?
Kaum Wahabi sering berdalil dan ulama mereka berfatwa bahwa mengadakan perayaan adalah haram dan menganggap bagi yang mengadakan perayaan di hari hari tertentu adalah melakukan perbuatannya kaum Masehi sebagaimana yang di tuliskan oleh Ibnu Taimiyah dalam kitabnya. [Lihat kitab: Iqtidhau As-siraatil Mustaqim, Halaman 293-295]. Atau Bin Baz dalam kitab, Majmu’u Fatawa wa Maqalah Mutanawiah, Juz 1, Halaman 183, Atau Kitab Allajnah Addaimah minal Fatawa, Halaman 1774, atau lihat juga Ibnu Fauzan, dalam kitabnya, Albid’ah ibn Fauzan, Halaman 25 dan 27. Atau lihat juga perkataan Ibnu Atsimain dalam kitab Fatawa Manarul Islam, Juz 1, halaman 43.

Benerkah demikian adanya..?. Benarkah mengadakan perayaan dihari dan tempat tertentu itu haram…?. Mari kita lihat dalil Al-quran dan hadist tentang hal ini apakah benar haram atau malah halal..??. apakah para Sahabat, Tabiin, Tabiin-tabiin melaknat para pelaku perayaan semisal maulid nabi dll, seperti dakwaan jammaah takfiriyah atau malah menganjurkannya..?. apakah juga para nabi-nabi kita terdahulu tidak pernah melakukannya..?. Mari kita kaji lebih dalam tentang ini. Apakah mengadakan perayaan dalam hari-hari tertentu itu haram atau halal hukumnya seperti dibawah nanti, setelah itu kita akan membahas yang lebih khusus yaitu tentang Maulid.

1. Maqam Nabi Ibrahim a.s
Allah swt dalam Al-quran berfirman:” Dan (ingatlah), ketika kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim* tempat shalat. dan Telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud” [Surat: Al-baqarah, Ayat: 125].* ialah tempat berdiri nabi Ibrahim a.s. diwaktu membuat Ka’bah.

Dalam surat diatas Allah swt menyuruh dan memerintahkan kepada muslimin [termasuk Jammah Takfiriyah] untuk mengadakan acara untuk mengenang dan tabarruk dan menjadikannya sebagai tempat untuk sholat [dan bukan untuk menyembah maqam itu], karena hal itu bisa mengenang kembali peristiwa besar yang pernah terjadi pada nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail dalam membangun Ka’bah. Dan ini juga di ceritakan juga dalam kitab Shahih Bukhari, Kitabul Anbiya, Juz 2, Halaman 158. Jelas perintah Al-qurannya ada dan hadist shahihnya juga ada. Berrati dakwaan Jamaah Takfiriyah Alwahhabiyah adalah dakwaan yang sesat dan menyesatkan.

2. Shafa dan Marwah
Allah swt dalam kitab suci Al-quran berfirman: ”Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah[102]. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-’umrah, Maka tidak ada dosa baginya[103] mengerjakan sa’i antara keduanya. dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, Maka Sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri[104] kebaikan lagi Maha Mengetahui. Al-quran Surat Al-baqarah, Ayat 158. [
Ket:[102] Syi’ar-syi’ar Allah: tanda-tanda atau tempat beribadah kepada Allah. [103] Tuhan mengungkapkan dengan perkataan tidak ada dosa sebab sebahagian sahabat merasa keberatan mengerjakannya sa’i di situ, Karena tempat itu bekas tempat berhala. dan di masa jahiliyahpun tempat itu digunakan sebagai tempat sa’i. untuk menghilangkan rasa keberatan itu Allah menurunkan ayat ini. [104] Allah mensyukuri hamba-Nya: memberi pahala terhadap amal-amal hamba-Nya, mema’afkan kesalahannya, menambah nikmat-Nya dan sebagainya.]

Apa yang kita ambil manfaat dari ayat diatas..?. ternyata Allah swt menyuruh dan memerintahkan kepada kita untuk mengenang apa yang telah terjadi pada Siti Hajar untuk mencari air demi anaknya Ismail as sehingga Allah swt memerintahkan ini bagi yang melakukan haji bahkan dan ulama sepakat perbuatan ini adalah sebagai rukun dalam haji.

Peristiwa yang luar biasa dan cobaan dahsyat yang menimpa diri Siti Hajar ini di nukil oleh Bukhari dalam kitab Shahih Bukhari, Kitabul Anbiya, Juz 2, Halaman 158.

3. Fidyah [dengan berkurban]
Untuk mengenang pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as atas perintah Allah swt untuk menyembelih anaknya tercinta Ismail as maka bagi mereka yang berhaji di wajibkan untuk memotong kambing di Mina untuk kurban sebagai fidyah [pengganti] atas kerelaan dan keridhoaan Ibrahim as untuk menyembelih anaknya Ismail as. Allah swt dalam kitab suciNYA berfirman:[lihat Surat Ibrahim, Ayat 5]

4. Melempar Jumrah
Ahmad bin Hanbal dalam kitabnya, Musnad Ahmad bin Hanbal, Juz 1, Halaman 306 berkata: “Malaikat Jibril membawa Ibrahim as kearah jumrah Aqabah, pada waktu itu syaitan muncul dihadapannya, lalu Ibrahim as melempar tujuh batu kearahnya dan syaitan pun berteriak kemudian Ibrahim as menuju jumrah wustha lalu Ibrahim meelmaprkan tujuh batu lagi dan syetan beteriak kemudian melempar jumrah sebanyak tujuh kali lagi dan sampai teriakan syetan tidak terdengari”.

Lalu apa yang kita bisa ambil dari peristiwa diatas..? Allah memerintahkan kepada kita yang haji untuk melakukan seperti apa yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim as, untuk melempar jumrah sebanyak tiga kali bahkan pelaksanaan itu merupakan rukun dari haji.

Jayyid… dari peristiwa-peristiwa diatas yang di rekam oleh Al-quran itu ternayata adalah usaha dalam rangka untuk menghidupkan syiar-syiar agama Allah swt dan ta’dhim atas apa yang telah terjadi sebelumnya. Sama juga ketika kita melakukan ritual pembacaan maulid nabi adalah untuk menyebarkan ajaran dan ta’dhim atas kebesaran Kanjeng Nabi saw.

Maulid Nabi: Hadist Shahih
Benarkah merayakan maulid Nabi saw adalah perbuatan bid’ah dan haram..? dan pelakunya akan masuk neraka..?? bukankah hadist shahih berkata: ”Kullu bid’atin dholalah wa kullu dholalah fi annar”.

Syekh Abdullah Harwi yang makruf dengan “Habsyi” mengatakan: ”Melakukan maulid Nabi saw dan mengenang beliau adalah perbuatan yang terpuji, dan dalil atas pengingkarannya tidak ada, bahkan itu adalah perbuatan sunnah hasanah”. [lihat Kitab Ar-rawaihul Az-zakiyyah, Halaman 33.]

Didalam Kitab Tarihul Khamis, Juz 1, Halaman 323 Diyar Bakri mengatakan: “Dalam sepanjang sejarah, umat Islam pada bulan kelahiran Nabi saw selalu mengadakan perayaan untuk mengenangnya”. Atau Qasthalani dalam kitabnya Al-mawahibu Ad-diniyyah, Juz 1, Halaman 148, mengatakan: “Sepanjang sejarah kaum muslimin pada bulan kelahiran Nabi saw mengadakan perayaan, memberikan shadaqah kepada faqir dan miskin……..karena Allah swt memberikan rahmatNya kepada mereka yang melakukan perbuatan agung ini”.

Ibnu Ibad mengatakan: “Menurut pandangan saya mengadakan maulid Nabi saw adalah salah satu hari raya bagi kaum muslimin dan barang siapa yang bergembira pada hari itu, mengenakan baju yang terbagus dan bersih dan dengan itu mereka menampakkan kegembiraannya maka perbuatan itu adalah dibolehkan”. Lihat kitab Al-qaulul Faslu fi Hukmil Ikhtifal bi Maulidi Khairir Rasul, Halaman 175.

Suyuti mengatakan: “Membaca maulid Nabi saw pada bulan Rabiul Awwal menjadi perselisihan, jika dilihat dari syariat apakah itu merupakan perbuatan terpuji atau tercela ?. apakah mereka yang melakukannya mendapatkan pahala atau tidak ?. jawabnya adalah bahwa asal dari perbuatan itu adalah berkumpulnya umat manusia lalu membaca Al-quran, membaca hadist tentang keutamaan Nabi saw, dan pada akhirnya mereka menyajikan makanan-makanan dan membagikan kepada masyarakat, ini adalah perbuatan terpuji”. Lihat kitab Al-hawi lil Fatawa, Juz 1, Halaman 189 dan 197.

Hadist yang mengatakan bahwa “Kullu Bid’atin Dholalah wa Kullu Dholalah fi An-nar” “Setiap Bid’ah adalah dholalah dan setiap dholalah adalah tempatnya di neraka”. Hadist ini mempunyai qaid bid’ah sementara bid’ah yang di maksud dalam hadist ini adalah bid’ah syayiah. Jadi setiap bid’ah syayiah itulah yang dholalah dan bukan bid’ah hasanah. Karena maulid Nabi bukan merupakan bid’ah syayiah akan tetapi hasanah yang disana adalah untuk ta’dhim, syiar agama Allah swt semata.

Dan satu lagi bahwa jika setiap yang tidak pernah dilakukan oleh Kanjeng Nabi adalah bid’maka para sahabatlah orang pertama kali yang akan masuk neraka [Naudubillahi min Dzalik] sebab Sahabat Abu Bakar, Umar bin Affan serta Zaid bin Tsabit juga melakukan perbuatan bid’ah kenapa..? Karena beliau-beliau itu memerintahkan kepada kaum muslimin untuk mengumpulkan Al-quran, hadist-hadist nabawi yang pada waktu itu masih berserakan di dinding-dinding rumah, pelepah-pelepah kurma, serta kulit-kulit onta supaya tidak hilang begitu saja ketika para para hafidzil quran dan hadist meninggal dunia. Lebih gila lagi adalah semua mereka yang membuat buku-buku tajwid, fiqh, tauhid dll yang tidak ada pada zaman nabi dan nabi juga tidak melakukannya adalah bakal masuk neraka. [lihat Majalah As-siyasiyah Al-kuwaitiyyah, 23 Rabiul Awwal, tahun 1402 HQ, Nomor 4870].

Bukankah mereka itu melakukan perbuatan bid’ah..? Sebab semua perbuatan itu tidak pernah ada pada zaman nabi. Benarkah demikian Ayyuhal wahabiyun..?? Ayyuhal salafiyyuun… Ayyuhal Takfiriyuun..??.[]. Allahu A’lam

Dan Wahabi Salafy Adalah Gerakan Politik


Tulisan ini saya ambil dari situs kesayangan saya. lebih lengkapnya klik ini deh . Hanya saja judul aslinya saya rubah.

Begitulah, kami dapat menembus banyak mata rantai Mujahidin dan merasuk ke dalam tubuh mereka dengan mengatasnamakan Islam dan jihad. Dan yang lebih berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang bersemangat tinggi, khususnya orang-orang Salafiy untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan umat Islam. Buku-buku ini, sebenarnya dicetak dan dibiayai dengan biaya dari Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara aktivis Islam, khususnya antara Syi’ah dan Sunnah di Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan.

Mengenal Agen Mossad Dalam Gerakan Islam
Untold Story / the X files

Risalah Mujahidin Edisi 7 Th I Rabiul Awal 1428 H / April 2007 M, hal. 42-46
FAKTA ini tentu amat mengejutkan, bahkan sulit dipercaya. Betapa kelompok Salafy yang selama ini dikenal sebagai kelompok Islam yang berdakwah untuk Ihyaus Sunnah (menghidup-hidupkan sunnah Nabi SAW), gerakan dakwah mereka ternyata didanai oleh jaringan intelejen Israel, Mossad. Tujuannya untuk menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan kaum Muslim.

Badan intelejen Palestina mengijinkan harian Al-Hayat dan Televisi Libanon, LBC, untuk mewawancarai orang-orang Palestina yang menjadi agen Mossad, dan sekarang ditawan oleh pemerintah Palestina. Mereka telah menyebabkan terbunuhnya sejumlah Mujahidin. Dalam sebuah wawancara, salah seorang agen mengungkapkan cara perekrutan mereka serta peranan yang mereka lakukan dalam memantau para mujahidin dan memicu fitnah lewat perselisihan, perpecahan, dan kebencian demi merealisasikan kepentingan strategis Zionisme.

Wawancara ini diterbitkan oleh tabloid An-Nas nomor 127 mengutip harian Al-Hayat yang terbit di London dan juga ditayangkan televisi LBC. Tabloid Al-Basya’ir kembali menyiarkan wawancara tersebut mengingat pentingnya fakta-fakta yang diungkapkan oleh agen ini. Wawancara di bawah ini, yang diterjemahkan oleh Jati Utomo Dwi Hatmoko, M.Sc. , mahasiswa Structural Engineering and Construction Management University of Newcastle Upon Tyne United Kingdom, dan dikutip dari Hidayatullah.com, laporan Bahrum A. Rambe. Berikut hasil wawancara dimaksud:

Wartawan: Bagaimana para zionis itu dapat memperalat anda untuk kepentingan mereka dalam konspirasi dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara anda?

Agen: Awalnya saya membaca iklan di koran lokal tentang adanya pusat studi strategis kemasyarakatan yang bertempat di Singapura, mereka membutuhkan reporter di Tepi Barat untuk melakukan studi sosial dan publisistik tentang lingkungan, kemiskinan, dan lain-lain.

Lalu saya kirim biodata dan ijazah saya. Setelah dua pekan, datang balasan penerimaan saya di lembaga tersebut yang ternyata dikendalikan oleh intelejen zionis Mossad, dan dilaksanakan oleh orang-orang Palestina yang bekerja sama dengan zionisme untuk merekrut orang Arab Palestina dengan cara jahannam yang tidak terpikir oleh siapapun.

Mereka meminta kepada saya untuk menyiapkan laporan kemasyarakatan strategis. Mereka memberi imbalan uang yang cukup banyak. Dari situ, Pusat Studi Strategis palsu itu meminta tambahan laporan-laporan sensitif. Dan saya memenuhinya dengan teratur. Dengan memperhatikan permintaan-permintaan mereka saya mengetahui bahwa lembaga ini ada di bawah Mossad. Tapi saya tidak bisa mundur karena saya sudah memberi laporan-laporan yang sangat sensitif tentang keamanan nasional, tokoh-tokoh Mujahidin, posisi tempat tinggal mereka, dan keberadaan mereka. Informasi ini memudahkan mereka untuk membunuh para Mujahidin terbaik dari Hamas dan Jihad Islami.

Kondisi berkembang sedikit demi sedikit sampai permainan ini tersingkap, mereka memberi kepada saya lisensi untuk menemui orang-orang penting di Tel Aviv. Di sana mereka menyambut saya di sebuah hotel bintang lima. Mereka memberi saya seluruh sarana kenikmatan, tapi ternyata mereka merekam saya ketika berada dalam kondisi memalukan dengan seorang wanita. Hal ini sebagai salah satu cara mereka untuk memperbudak dan mengendalikan saya di kemudian hari.

Dari sini pekerjaan menjadi lebih akurat. Mereka melatih saya seluruh dasar kerja intelejen. Dan komunikasi kami lewat internet, mengirim informasi lewat telepon seluler yang mereka berikan. Dari sini saya mulai mengumpulkan informasi yang paling akurat dan vital tentang tokoh-tokoh intifadhah secara rutin. Posisi saya sebagai reporter, membuat saya dapat bergabung dengan seluruh unsur Mujahidin.

Saya mendapatkan informasi yang sangat penting karena saya dianggap sebagai pejuang. Karena kedekatan saya dengan para pemimpin perlawanan dan pantauan saya terhadap posisi gerakan dan tempat tidur mereka saya telah memudahkan banyak pembunuhan melalui pesawat, penangkapan malam hari atau dengan menembak kendaraan. Dan saya telah merekrut banyak orang untuk kepentingan zionis dengan upah rendah tidak lebih dari 1500 chikel per bulan.

Wartawan: Kami mengetahui bahwa anda dapat mengintervensi beberapa jamaah Islamiyyah, bagaimana itu?

Agen: Sesungguhnya zionis sudah memanfaatkan kepolosan dan ketidak hati-hatian orang-orang Palestina. Kami ditugaskan membuat beberapa situs dengan nama: Palestine Islamiyyah, al-Jihad al-Muqaddas, Tahrir al-Quds, Syababul Intifadhah, dan lain-lain. Dengan situs-situs ini kami berhubungan dengan banyak anak muda yang memiliki semangat jihad. Kami janjikan kepada mereka untuk membiayai mereka dengan uang dan senjata, dengan menyebutkan bahwa dana tersebut bersumber dari orang-orang kaya dari Teluk dan aktivis Islam di Mesir, Yordan dan Kuwait.

Begitulah, kami dapat menembus banyak mata rantai Mujahidin dan merasuk ke dalam tubuh mereka dengan mengatasnamakan Islam dan jihad. Dan yang lebih berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang bersemangat tinggi, khususnya orang-orang Salafiy untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan umat Islam. Buku-buku ini, sebenarnya dicetak dan dibiayai dengan biaya dari Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara aktivis Islam, khususnya antara Syi’ah dan Sunnah di Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan.

Puluhan judul buku-buku yang menyerang Syi’ah dengan cara menjijikkan, dan buku lain yang menyerang Sunnah, sudah dicetak. Dan dimanfaatkan juga orang-orang yang fanatik dari kedua belah pihak, setelah diyakinkan bahwa buku-buku tersebut dicetak oleh para dermawan Teluk dengan cetakan lux. Selebihnya, pekerjaan akan dilakukan oleh mereka yang teripu dari kelompok fanatik Sunnah seperti Salafiyyin dan lain-lain. Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran buku ini, adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling mengkafirkan antarpihak dan menyibukkan mereka dengan pertarungan sampingsan sesama mereka, agar Israel dapat merealisasikan tujuannya, yaitu menghancurkan Islam, menelan tanah air, menghapus identitas generasi muda melalui penyebaran dekadensi moral, atau menggunakan orang-orang yang tersingkir di luar kehidupan, fanatik dan keras kepala. Hati mereka penuh dengan kebencian terhadap saudara mereka sesama Muslim, baik Sunnah atau Syi’ah.

Dalam hal ini, jaringan Mossad telah cukup sukses menjalankan missinya. Anda dapat melihat kira-kira semua masjid dan perkumpulan anak muda di Yaman, Pakistan, dan Palestina tenggelam dengan buku-buku ini, yang dicetak dan dibagikan secara gratis; yang dikesankan seolah-olah dibiayai dari kocek para donatur kaya Arab Saudi, padahal Mossad ada di belakang semua ini. Sayang sekali, banyak orang-orang yang tidak menyadari, termasuk para imam masjid, khatib-khatib, dan da’i-da’i yang menyibukkan diri secara ikhlas dan serius dengan menyebarkan buku-buku beracun minimal bisa dikatakan buku-buku lancang dan fitnah. Fitnah lebih berbahaya dari pembunuhan. Karena pikiran mereka sempit, maka mereka tidak berpikir tentang tujuan sebenarnya dari penyebaran buku-buku ini, yang meniupkan kebencian, perpecahan dan fitnah khususnya hari-hari belakangan ini.

Buku-buku ini telah mulai menuai pengaruhnya di Pakistan. Orang-orang yang menyebut dirinya pengikut Ahlu Sunnah wal jama’ah, membentuk Tentara Shahabat dan menyerang kaum Syi’ah dalam ritual dan rumah-rumah, membunuh mereka ketika shalat Shubuh.

Sebuah pembantaian ganas yang menyedihkan meninggalkan ribuan mayat. Di lain pihak membentuk Tentara Muhammad bereaksi dengan balasan yang lebih keras, ratusan orang terbunuh di kedua belah pihak tiap bulan. Pembantaian berdarah, kedengkian, membuat-buat pertempuran sampingan, fitnah yang berbahaya dengan pahlawan Khawarij zaman sekarang, dimanfaatkan oleh Mossad untuk menyulut fanatisme, pengkafiran, pembunuhan, untuk melemahkan negara Islam pertama yang memiliki bom atom, Pakistan.

Sedangkan rencana mereka di Yaman, sampai saat ini pekerjaan masih berjalan dengan serius dan hasilnya sebentar lagi akan bisa dilihat. Namun sangat disayangkan, khusus tentang pemicu fitnah di Palestina, seluruh tujuan tidak tercapai seperti di Pakistan dan Yaman.

Wartawan: Sekarang apakah anda menyesal? Di mana mata hati anda ketika anda menunjukkan tempat-tempat persembunyian tokoh-tokoh perlawanan kepada zionis, agar dibunuh dengan keji beserta keluarga mereka dengan pesawat Apache dan roket-roket mereka?

Agen: Apalah gunanya penyesalan. Saya merasa sedih ketika mereka memusnahkan sebuah bangunan beserta penghuninya hanya untuk membunuh salah seorang Mujahidin yang dicari, di mana operasi ini menyebabkan terbunuhnya 17 anak kecil dan wanita juga sang Mujahid yang dicari. Sayalah penyebabnya, sungguh sayang. Karena itu, saya berhak dihukum dengan hukuman yang diputuskan pengadilan, yaitu eksekusi.

Mengenal Gerakan Agen Mossad
Semangat menghidupkan sunnah Nabi SAW di satu segi, dan memposisikan gerakan Islam di luar komunitasnya sebagai bid’ah, khawarij, dan tuduhan lain yang jauh dari kesan Islami; tanpa dibarengi dengan wawasan ilmu, pemahaman syari’ah dan siyasah secara memadai, membuat mereka mudah diprovokasi dan diperalat musuh-musuh Islam. Banyak gerakan Islam, dalam melawan zionisme dan hegemoni AS, justru diperalat oleh musuh dengan mengusung doktrin zionis tanpa disadari, sehingga mudah dihancurkan.

Penting bagi aktivis Islam untuk mengenal di antara karakteristik ormas, orpol, maupun gerakan Islam, yang kadangkala tanpa disadari menjadi alat musuh untuk menghancurkan Islam. Berdasarkan kajian dan pengalaman karakteristik mereka itu dapat dikenali antara lain:
1. Mendukung kekuasaan rezim yang zhalim secara apriori, selama penguasa tersebut masih melakukan shalat. Alasannya, karena Nabi memerintahkan taat kepada penguasa Muslim yang masih shalat sekalipun berbuat durhaka atau zhalim. “Enam puluh tahun di bawah penguasa zhalim, lebih baik daripada sehari tanpa pemimpin,” kata mereka. Sementara mereka mengabaikan ayat Al-Qur’an yang melarang membantu orang-orang zhalim yang berkhianat kepada Allah dan rasul-Nya.
2.
Mengklaim pahamnya paling benar tanpa mau diajak dialog mendengarkan hujjah dari pihak Muslim yang dikategorikan sesat.
3.
Mengajak umat untuk menjauhi politik, dan memfokuskan diri dalam aqidah dan ibadah dalam pengertian sempit.
4.
Gemar mengabaikan hujjah lawan sekalipun hujjah itu dari Al-Qur’an dan hadits shahih hanya karena hujjah tersebut tidak berasal dari syeikh-nya.
5.
Mempersempit sumber-sumber pemahaman agama, dan hanya menerima dari ulama panutannya atau pemahaman dari kelompoknya sendiri secara terbatas, dengan menganggap pemahaman jalur lain sebagai bid’ah.
6.
Sangat mengecam perilaku yang dikategorikan tasabbuh dengan golongan kafir dan musyrik. Tapi, mengikuti cara berpikir dan kepemimpinan golongan zionis dengan menempatkan pendapat ulama panutannya melebihi Al-Qur’an dan hadits.
7.
Menampilkan identitas tertentu untuk membedakan diri dengan kelompok lain secara fanatik sebagaimana halnya dengan sekte-sekte di lingkungan Yahudi dan Kristen.
8.
Mengambil ajaran agama dengan mengutamakan hal-hal yang bersifat personal dan keluarga, tapi mengabaikan masalah kenegaraan dan jihad. Hal ini sejalan dengan doktrin Kristen: “Berikan hak Kaisar kepada Kaisar, dan hak Tuhan kepada Tuhan.”
9.
Sangat membenci, bahkan memusuhi gerakan Islam yang menuntut pemberlakuan Syari’ah Islam secara kaffah, terutama ajaran amar makruf nahyu mungkar dan jihad.[]

Mereka Menghalalkan Darah Kaum Muslimin



Sebelum membaca tulisan saya sebaiknya bacalah ini dulu baru yang ini..!!

Lihat dan baca baik-baik fatwa ulama Jamaah Takfiriyah di dalam kitab Tarikhul Mamlakah As-saudiyyah li Shalahuddin Al-mukhtar [Alwahabi] cetakan Beirut, juz dua, Halaman 344, fatwa ulama kalian mengatakan bahwa: “Barangsiapa yang bertawassul di pusara Nabi dan menjadikannya sebagai perantara menuju Allah s.w.t. maka dia adalah KAFIR dan dia harus bertaubat tiga kali dan jika tidak maka ganjaran yang pasti buat dia adalah di BUNUH”.

Mereka Menghalalkan Darah Kaum Muslimin

Dalam makalah kecil dan sederhana ini saya akan menuliskan fakta dan data data tentang pengkafiran semua Mazhab Islamiyah oleh wahhabiyah. Seperti yang sudah maklum, salah satu ciri khas dari akidah besutan M Bin Abdul Wahhab ini adalah mengkafirkan umat yang tidak seakidah dan seiman dengannya. Mereka tanpa basa basi latah menghalalkan darah kaum muslimin. Oleh karena itu jika muslimin tidak waspada dengan gerakan yang mengatasnamakan penegak TAUHID ini maka ketentraman yang dibangun oleh pemimpin Mazhab akan sia-sia. Dialog antar mazhab yang diusahakan oleh pemerintah dan diamini mazhab Islam beberapa minggu lalu akan menguap. Sebab Jamaah Takfiriyah ini tidak akan berpangku tangan begitu saja. Mereka akan bergerilya menghasut masyarakat awam dengan iming-iming metro dolar.

Jika kita telaah Majalah Al-Furqon, Edisi 09 Tahun V/Rabi’u Tsani 1427/Mei 2006M. Penerbit Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon disana dijelaskan secara gamblang dan jelas kelompok-kelompok yang di anggap penyebar TBC. Dimulai dari Syi’ah, Shufiyyah, Asy’ariyyah, Maturidiyyah, Quthbiyyah Ikhwaniyyah, Quthbiyyah Sururiyyah, Tablighiyyah, Hizbut Tahrir, dan sederet nama-nama lainnya yang dianggap sesat dan menyesatkan ummat. Dan dari klaim klaim yang mereka dakwakan mereka sedang merusak agama Muhammadi dan menyebarkan TBC di tengah masyarakat. [Lihat Al-Furqon, Edisi 09 Tahun V/Rabi’u Tsani 1427/Mei 2006M. Penerbit Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon. Jawa Timur]

Disaat umat Islam bergandengan tangan untuk merapatkan barisan untuk menumpas musuh musuh Allah s.w.t, disaat para pemimpin mazhab Islamiyah menegakkan dan mengalang persatuan islamiyah, Mazhab yang mengaku sebagai penegak agama Allah dan penegak Tauhid ini justru menikam ummat Islam dari dalam. Lah kok bisa ….. baca selanjutnya.

Ayyuhal wahabiyuun……. Lihat fatwa ulama kalian …!!! Didalam kitab ar-Raddu alal Ahnani li Ibni Taimiyyah cetakan Assalafiyah wa Maktabatuha, Halaman 24: dikatakan bahwa “Hanya orang bahlul dan bodoh dan KAFIRlah yang pergi untuk ziarah ke kubur Nabi s.a.w.”.

Lihat dan baca..!! dan cerna baik-baik fatwa ulama Jamaah Takfiriyah.. di dalam kitab Tarikhul Mamlakah As-saudiyyah li Shalahuddin Al-mukhtar [Alwahabi] cetakan Beirut, juz dua, Halaman 344, fatwa ulama kalian mengatakan bahwa: “Barangsiapa yang bertawassul di pusara Nabi dan menjadikannya sebagai perantara menuju Allah s.w.t. maka dia adalah KAFIR dan dia harus bertaubat tiga kali dan jika tidak maka ganjaran yang pasti buat dia adalah di BUNUH”.

Lihat juga di dalam novel yang dikarang oleh Abdul Aziz bin Baz, dalam Novelnya yang di berlabel Al-akidah As-shahihah wa Nawaqidhul Islam. Disana dikatakan bahwa: “Barangsiapa yang minta tolong kepada Nabi s.a.w dan meminta kepada Rasul syafaatnya maka ketahuilah mereka telah MURTAD [keluar dari Islam,red]”.

Lihat juga kitab yang di karang oleh si anak durhaka dari Najd di dalam kitabnya yang berlabel Kasfu As-syubuhat fit Tauhid li Muhammad bin Abdul Wahhab, cetakan Al-qahirah, halaman 6. disana si anak durhaka dengan latah mengecap mereka yang berdalil dan menetapkan bahwa syafaat adalah sebuah kebenaran atau mereka yang berkeyakinan bahwa para auliya Allah s.w.t mempunyai maqam khusus disisiNYA, di anggap sebagai MUSRIKIIN.

Bagi yang ingin lebih jauh mengetahui seberapa ghulu dan kelewat batas dalam mengkafirkan ummat Islam dan bahkan semua mazhab Islam saya sarankan untuk merujuk kembali kitab “Kasfu As-subuhat” M bin Abdul Wahhab dan kitab risalahnya Ibnu Taimiyyah. Atau kitab Ad-dururu As-sanniyah oleh Abdurahman bin Muhammad bin Qasim Hanbali An-najdi. Tapi dalam makalah ini saya akan nukilkan sedikit dari kitab yang terakhir ini.

Dalam kitab Ad-dururu As-sanniyah, juz 10, Halaman 51 Muhammad bin Abdul Wahhab berkata:”Sebelum Allah s.w.t. memberikan kepada saya anugerah. saya tidak mengetahui makna La ilaha ilallah dan tidak memahami agama Islam, sementara ketika itu banyak di antara Syeikh-syeikh yang ada tidak ada yang mampu memahami makna itu. Jadi jika ada salah satu dari ulama yang mengaku memahami makna itu atau mengaku telah mengetahui makna Islam sebelum jaman saya atau mengira bahwa salah satu dari ulama [yang dicap TBC, red] itu memahami makna itu sebelum jaman saya, berarti dia telah berbohong dan telah menyamarkan makna ini serta dia telah memaknai sesuatu yang tidak dia ketahui”. Dari perkataan ini apa yang kita bisa ambil…?. Secara tidak sadar muassis Jamaah Takfiriyah Al-wahhabiyah ini telah meragukan dan meganggap bodoh semua lapisan masyarakat serta mengkafirkan semua ulama-ulama sebelumnya. Dan hanya dia saja yang bertauhid kepada Allah s.w.t. sebab mereka semua itu masih menyebarkan TBC.

Masih dalam kitab yang sama juz 10, Halaman 31, sepucuk surat ditulis oleh M bin Abdul Wahhab ditujukan kepada Syeikh Sulaiman bin Sakhim [Syeikh ini adalah pengikut Mazhab Hanbali dan salah satu muqallidnya Ibnu Taimiyah] dan mengatakan:”Saya ingatkan engkau, kamu dan ayahmu sudah jelas jelas dalam kekafiran, musrik dan nifaq! Engkau dan ayahmu setiap hari hanya berusaha untuk memusuhi agama islam, walaupun engkau mempunyai ilmu tetapi engaku malah tersesat dan engkau telah memilih kekafiran dari pada memilih Islam.

Mudah mudahan kita di beri waktu oleh Allah s.w.t dan sambil mengharap syafaat Kanjeng Nabi s.a.w untuk mengulas dan mengupas lebih detail lagi isi dari kitab “Kasfu As-subuhat” serta membandingkannya dengan kutub Arbaah. InsyaAllah Taala.

Jayyid….

Saya bertanya kepada anda wahai Wahabiyyun….. masihkah berani mengelak dan mengatakan bahwa mazhab yang anda tuhankan itu bukanlah mazhab Takfiriyah..??? Apakah kalian masih belum sadar bahwa menghukum kaum muslimin dengan klaim dan dakwaan:”Karena Rasullullah tidak melakukan perbuatan itu maka pelakunya adalah BID’AH” hakekatnya adalah menghinakan sesama Muslim..?? maka, apakah ketika Kanjeng Nabi s.a.w tidak mempunyai kesempatan untuk mencium tangan suci abahnya dan ketika kita mencium kedua tangan orang tua kita, kita menjadi dholalah..?? dan layak masuk neraka..??. Benarkah demikian.

Wahabiyun memang senang berkelakar dengan menukil ayat suci Al-quran bahwa tidak akan ada lagi hukum-hukum dalam Islam karena Allah s.w.t. telah menyempurnakan agamaNYA sebagaimana tertulis dalam firman Allah s.w.t dalam Al-quran, ayat 3 surat al-Maidah: Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Jika demikian adanya… maka pertanyaanya adalah tidakkah pernyataan kalian ini justru memperkuat dakwaan bahwa Islam tidak bisa sejalan dengan perkembangan zaman. Bahwa Islam tidak mampu menjawab hukum hukum dari sebuah peristiwa yang bermunculan seiring dengan perkembangan zaman dan tidak ada pada zaman rasul. Dan ingat hukum hukum itu tidak bisa kita jawab dengan klaim sambil mengatakan “yang itu HARAM” atau “yang itu HALAL” atau “ yang ini BID’AH” atau yang ini Sunnah” hanya lantaran anda berdalih dengan slogan:”Karena Rasullullah tidak melakukan perbuatan itu maka pelakunya adalah BID’AH”. Ini sebuah kejumutan dan ketahuilah andalah sijumut itu. Ketahulilah andalah yang membelenggu nalar anda dan memperkosa kemanusiaan anda. Dan anda pulalah yang tidak memanusiakan manusia.

Anehnya lagi mereka menolak bentuk dan jenis gambar yang bernyawa. Sementara gambar para penguasa dholim bani Sauud tertera di lembaran lembaran riyal dan masuk ke kantong kantong celana dan menikmatinya setiap saat. Apakah ini bukan sebuah pagelaran bid’ah yang paling nyata…???.!!!!!. Allahu A’lam

Bersambung.